Minggu, 04 Oktober 2015

ASUS ZENPAD C 7.0 for Style and Everyday Life



Introduction

    Asustek Computer Inc, atau dikenal dengan nama ASUS adalah sebuah perusahaan berbasis di Taiwan yang memproduksi komponen komputer seperti motherboard, kartu grafis, dan notebook. Asus belakangan ini mulai memproduksi smartphone yang dikenal dengan nama ZenFone dan tablet terbarunya dikenal dengan nama ZenPad. Sebelumnya Asus telah sukses meluncurkan kehadiran produk tablet Asus Transformer pada tahun 2013 dan setelah itu Asus memperkenalkan produk Asus MemoPad dalam ukuran 7 inch yang harganya lebih terjangkau.




Pengalaman Singkat Menggunakan Tablet Asus


Sekitar tahun 2014 awal kemarin, saya mencari tablet untuk menunjang aktivitas perkulihan. Setelah cari-cari browsing di internet akhirnya saya menemukan tablet yang pas untuk kuliah yaitu Asus Transformer berbasis Windows. Setelah saya pakai untuk kuliah sangat bermanfaat karena bobotnya ringan sehingga praktis di bawa kemana-mana, untuk penggunaan MS. Office Asus Transformer sudah sangat mumpuni bekerja secara cepat tanpa lag dan manfaat berikutnya adalah Asus Transformer merupakan notebook hybrid yaitu notebook yang bisa jadi tablet 2 in 1. 




Review Asus ZenPad C 7.0


      Kali ini Asus menghadirkan tablet keluaran terbarunya yaitu Asus ZenPad C 7.0. Tablet Asus 7 inci ini menggunakan spesifikasi yang cukup gahar karena sudah memakai processor 64 bit sebagai dapur pacunya dengan keceptan Quad-core 1.0 GHz. Meningkatnya performa tablet baru Asus ini bisa di lihat dari penggunaan chipset Intel Atom x3-C3230 yang di berikan Asus dengan dukungan chip grafis Mali-450 MP4 dan Ram berukuran 1GB. Untuk Sistem Operasinya menggunakan OS Android terbaru yaitu Android Lollipop 5.0 yang disertai dengan tampilan antar muka yang cukup simple namun menarik yakni Asus ZenUI.
    Pada spesifikasi layar Asus ZenPad C 7.0 bisa di katakan baik karena sudah di bekali dengan sebuah panel tipe IPS LCD beresolusi HD 1024 x 600 pixels dengan kepadatan 170 ppi. Kemudian untuk sektor kamera pada kamera depan berkekuatan 0.3 MP dan belakang 2 MP. Desain yang elegan dan stylis dari tablet Asus ZenPad C 7.0 juga menampakkan titik kelebihan dari gadget berlayar lebar yang satu ini. Memiliki ketebalan hanya 8.4 mm dengan bobotnya 265 g, bisa di bilang tablet Asus Zenpad C 7.0 ini cukup ringan dan ramping, tentunya mampu memberikan kemudahan dalam setiap pengoperasiannya. Dimensi total dengan rasio 189 x 198 x 8.4 mm memang menjanjikan kemudahan yang cukup sempurna di balik harganya yang terjangkau.
Untuk mendukung semua aktivitas dalam tablet ini berjalan lancar, Asus membekali tablet ZenPad C 7.0 ini dengan baterai berkualitas. Baterai Asus ZenPad C 7.0 ini memiliki kapasitas 3950 mAh dengan tipe Non Removable Li-Po sehingga mampu menghasilkan waktu siaga lama. Kemampuanya dalam mengakses internet pun cukup menjanjikan dengan speed HSPA 21/5.76 Mbps yang juga didukung koneksi GPRS dan EDGE serta Wi-Fi. Lain itu tablet harga menengah kebawah yakni Asus ZenPad C 7.0 ini juga didukung dengan konektivitas Hotspot, Browser, GPS, Bluetooth dan microUSB.




Fitur Asus ZenPad C 7.0

1.        Visual Master



Ø  Asus TrueVivd



Asus TrueVivd merupakan teknologi pada display yang di kembangkan oleh Asus dimana teknologi Asus TruVivid tersebut memproduksi warna, tingkat kecerahan dan responsif sentuh dengan lebih baik.

Ø   Asus Bluelight Filter



Asus Bluelight Filter merupakan teknologi pada display yang di kembangkan oleh Asus untuk membantu mengurangi kelelahan mata dan memberikan pengalaman menonton yang nyaman dengan meminimalkan emisi cahaya biru dari layar tanpa mempengaruhi warna lain.

Ø  IPS Display



Dengan layar IPS yang yang memiliki 178-derajat sudut lebar untuk melihat, reproduksi warna yang akurat, dan meningkatkan kejelasan warna dan kecerahan.

Ø  Asus Splendid



Asus Splendid merupakan teknologi pada display yang di kembangkan oleh Asus untuk membiarkan mata menyesuaikan warna gambar, kecerahan, kontras, dan ketajaman.

2.    Audio


Asus ZenPad C 7.0 dilengkapi dengan DTS-HD Premium Sound untuk mengubah audio ke virtual surround sound dan speaker Sonic Master memberikan audio sejernih kristal.

3.    Pixel Master


Pixel Master merupakan teknologi pada kamera yang di kembangkan oleh Asus dilengkapi dengan teknologi terbaik yang menggabungkan perangkat lunak dan desain optik untuk memberikan gambar yang luar biasa.


4.    ZenUI

Asus ZenUI merupakan antar muka atau interface di desain khas oleh Asus sehingga tampilan menjadi simple, user friendly dan menarik. Asus ZenUI ini memiliki lebih dari 1000 fitur yang ditingkatkan dari fitur android biasa.


5.    Desain

Ø  Ultimate Style and Beauty
Asus ZenPad C 7.0 memiliki tampilan memikat terinspirasi oleh filosofi desain Asus Zen yang harmonis dan fungsionalitas. Dengan desain yang unik, elegan dan timbul pola kulit.


Ø  Metallic Frame
Asus ZenPad C 7.0 memiliki lapisan bingkai logam dekoratif ditingkatkan dengan metallization vakum Non-konduktif (NCVM) teknologi untuk memberikan kesan premium, penampilan bergaya dan melindungi layar.




Spesifikasi Asus ZenPad C 7.0

Ø  Sistem Operaasi              : Android 5.0 (Lollipop)
Ø  Layar                              : 7" LED Backlight WSVGA (1024x600) Screen, IPS Panel
Ø  Prosessor                         : Intel Atom x3-C3200 Quad-Core, 64bit
Ø  Memori                           : 1 GB
Ø  Grafis                              : MaLi-450 MP4
Ø  Penyimpanan                   : 8 GB
Ø  Wirelees                          : WLAN802.11 b/g/n, Bluetooth V4.0 & Support Miracast
Ø  Kamera                           : Depan 0.3MP, Belakang 2MP
Ø  Audio                              : 1 x Front Speaker with DTS HD Premium Sound
Ø  Interface                        : 1 x Micro USB, 1 × 2-in-1 Audio Jack, 1 x  Micro SD Card up to 64 GB
Ø  Sensor                              : G-Sensor
Ø  Baterai                             : 8 hours battery life; 13Wh Li-polymer Battery
Ø  Navigasi                           : GPS, GLONASS & AGPS
Ø  Dimensi                           : 189 x 108 x 8.4 mm (LxWxH)
Ø  Berat                                : 265 g



Video Preview dan Unboxing Asus Zenpad C 7.0 

Preview Asus Zenpad C 7.0 


Unboxing Asus Zenpad C 7.0


Kesimpulan

      Asus ZenPad C 7.0 merupakan tablet keluaran Asus terbaru menggunakan spesifikasi yang di bilang cukup tinggi, di tambah lagi memiliki fitur-fitur kelas atas dan harganya cukup ekonomis yaitu sekitar di bawah 2 jutaan. Asus ZenPad C 7.0 bisa menjadi pertimbangan untuk memilih sebuah tablet yang berkelas. Tablet ini cocok untuk pelajar maupun mahasiswa yang ingin bersosial media.



Launching Tablet Asus ZenPad C 7.0



      Jakarta, 27 Agustus 2015 Asus Indonesia secara resmi memperkenalkan varian tablet terbaru yakni Asus Zenpad C 7.0 (Z170CG) dan Asus Zenpad 7.0 (Z370CG). Acara yang diselenggarakan di Swiss belhotel berlangsung meriah diiringi model-model cantik untuk mengenalkan produk. Di acara ini Asus juga memberikan demo  Asus Zenpad C 7.0 agar bisa dijajal langsung oleh para tamu undangan.







Rabu, 22 April 2015

AMD LIQUID VR TECHNOLOGY



LiquidVR

LiquidVR merupakan inisiatif AMD yang didedikasikan untuk membuat VR sebagai sarana kenyamanan dan serealistis mungkin dengan menciptakan dan memelihara apa yang dikenal sebagai "Visual" keadaan kesadaran mendalam di mana situasi, benda, atau karakter dalam dunia maya tampak nyata. Kerjasama erat dengan mitra teknologi adalah kunci dalam liquid vr. LiquidVR menggunakan software GPU AMD dan hardware sub-sistem untuk menangani masalah-masalah umum dan perangkat untuk mencapai visual, seperti mengurangi gerak-to-foton latency kurang dari 10 milidetik. Ini merupakan langkah penting dalam mengatasi ketidaknyamanan umum, seperti pandangan bergoyang, yang mungkin terjadi saat Anda putar kepala di dunia maya dan dibutuhkan bahkan beberapa milidetik terlalu lama untuk perspektif baru yang akan ditampilkan.


Teknologi di LiquidVR didasarkan sekitar 3 konsep inti yaitu: kenyamanan (latency / warping), kompatibilitas dan konten yang menarik (multi-GPU / cukup cepat untuk bekerja ). Bahkan jika Anda sudah akrab dengan VR tertuju langsung pada NVIDIA, maka apa AMD lakukan hari ini tampak sangat mirip dengan itu. Menghadapi masalah yang sama AMD telah merekayasa solusi yang sangat mirip, AMD memperbarui beberapa fitur yang ada.


Dengan Async Shaders, AMD mengimplementasikan sarana teknis untuk melakukan waktu warping - memodifikasi / warping gambar yang diberikan melalui shader, menggunakan data pelacakan sangat terbaru untuk mengurangi latency dirasakan - dan terbaru data latch adalah cara untuk mengambil data pelacakan. Sementara aspek asynchronous async Shaders mengacu pada fakta bahwa operasi shader ini dapat berlangsung sementara frame berikutnya sudah diberikan, lebih mengurangi latency. Dari semua teknologi LiquidVR, Async Shaders ini bisa dibilang akan menjadi yang paling penting. Sementara AMD dapat dan tidak mengurangi latency tempat lain, ada jumlah waktu minimum yang diperlukan untuk menghasilkan keadaan permainan dan membuat frame yang tidak bisa mendapatkan warping pada gilirannya adalah hack yang relatif murah untuk mengurangi berapa banyak latency. Dengan fudging gambar setelah fakta dan menjalankan tugas-tugas akhir beberapa setelah frame utama membuat pekerjaan selesai, warping melalui async Shaders dapat membuat latency merasa jauh lebih rendah daripada yang sebenarnya.


Pada tingkat yang lebih rendah, Affinity Multi-GPU juga menerapkan beberapa optimasi rendering pipeline untuk menyingkirkan beberapa overhead CPU yang akan datang dari pengiriman dua pekerjaan untuk membuat dua frame. Dengan setiap mata yang hampir identik, mungkin untuk mengurangi beberapa pekerjaan ini dengan mengirimkan satu pekerjaan dan kemudian menggunakan masking untuk menyembunyikan dari setiap mata apa yang tidak bisa benar-benar melihat.


Teknologi LiquidVR yang terakhir AMD adalah Direct-to-Display, yang mengimplementasikan tujuan kompatibilitasnya. Direct-to-Display benar-benar menetapkan untuk menyelesaikan dua masalah, yaitu untuk meningkatkan latency / kompatibilitas dan dengan membuat lebih mudah bagi AMD untuk mendukung headset VR dari beberapa vendor. Sejauh OS berjalan dapat menambahkan sedikit latency sendiri, sehingga Direct-To-Tampilan memungkinkan OS yang akan dilewati dan gambar VR set langsung ke headset. Sementara itu OS menjadi lebih mudah untuk mendukung beberapa headset.


AMD baru saja mengumumkan Liquid VR, sebuah software development kit yang ditujukan untuk membuat virtual reality mudah untuk semua orang. Termasuk juga memudahkan berbagai headset VR digunakan berbagai perangkat yang ada.

Fitur-fitur penting dalam SDK LiquidVR SDK versi 1.0:

• Async Shaders untuk hadirkan pergerakan kepala yang halus mengaktifkan Hardware-Accelerated Time Warp, sebuah teknologi yang dapat memanfaatkan informasi terkini yang diberikan pada posisi kepala pengguna sesaat setelah frame berhasil di-render dan membengkokkan gambar yang disajikan untuk merefleksikan sudut pandang baru sesaat sebelum mengirimkannya menuju headset VR, meminimalisir latency ketika pengguna menggerakkan kepala mereka dan apa yang mereka lihat di layar.

• Menggabungkan Multi-GPU untuk proses render, sebuah teknologi yang mengizinkan beberapa GPU bekerja bersama untuk meningkatkan frame rate dalam aplikasi VR dengan membagi beban kerja menuju GPU tertentu. Setiap GPU me-render sudut pandang dari satu mata, dan kemudian menggabungkan output ke dalam satu gambar stereo 3D. Dengan teknologi ini, konfigurasi multi_GPU jadi terasa ideal untuk proses render VR dengan performa tinggi, hadirkan frame rate tinggi untuk pengalaman yang lebih baik.

• Menggabungkan data terkini untuk deteksi gerakan kepala, sebuah mekanisme pemrograman yang dapat membantu mendeteksi data dari gerakan kepala pada headset VR menuju GPU dengan mengumpulkan data secepat meungkin, guna mengeliminasi overhead pada API serta menghilangkan latency.

• Menghubungkan headset VR secara intuitif, untuk sajikan pengalaman virtual reality secara mudah dari kartu grafis AMD Radeon™ menuju headset VR yang terhubung, dengan mengaktifkan fitur-fitur seperti booting langsung menuju layar headset maupun menuju layar tambahan saat menggunakan Windows.




Selasa, 31 Maret 2015

AMD FREESYNC TECHNOLOGY



Introduction

Tidak ada lagi gambar yang patah-patah, tidak ada lagi gambar yang terpotong-potong, dan tidak ada tambahan biaya yang ada hanya bermain game yang lancar. Hal itu tadi adalah permintaan yang biasanya diajukan oleh para gamer bukan? Sekarang, semua itu menjadi kenyataan dengan telah dirilisnya AMD FreeSync.

Tentang Monitor

Di bawah ini anda bisa melihat tabel daftar monitor-monitor yang menggunakan teknologi FreeSync. Akan menyenangkan memiliki beberapa dari monitor tersebut. Mungkin Anda lebih menyukai monitor Acer atau BenQ model 1440p yang memiliki frekuensi yang luas (40-144 Hz). Atau alternatif lainnya berupa panel IPS atau monitor LG dengan pilihan ukuran layar 29 inchi atau 34 inchi yang memiliki aspek rasio yang sangat luas. Dan masih banyak monitor lainnya. Untuk tahun 2015 ini, lebih dari 20 monitor yang telah mendukung teknologi AMD FreeSync tersebut.

Sekarang, pikirkan kembali saat Anda pertama kali melihat video HD-sangat sulit bisa merasa puas dengan konten standard yang ada. Saya tidak menyukai gambar yang tersendat-sendat patah-patah dan terpotong-potong, tetapi saya tidak bisa berbuat apapun dengan teknologi kemarin yang seperti itu. Teknologi AMD FreeSync mengubah game, memperbaiki gambar tersendat patah-patah dan terpotong dengan bermain game yang lancar di hampir setiap frame rate. Sekarang saya bisa mendapatkan detail tanpa khawatir apakah saya akan mengorbankan kelancaran game, dan sekarang saya merasa kesulitan bila bermain game pada monitor biasa.



Definisi dari “Free”

Definisi dari kata Free (FreeSync) artinya adalah teknologi ini bebas diadopsi para perakit monitor. Tidak ada biaya untuk mengadopsi teknologi FreeSync tersebut. Hal ini dikarenakan para perakit monitor pada umumnya telah memiliki komponen-komponen yang relevan, tinggal membutuhkan software yang tepat untuk memunculkan kemampuan-kemampuan yang terpendam. Dengan bantuan VESA, spesifikasi DisplayPort Adaptive-Sync yang hadir untuk mewujudkan itu semua.

DisplayPort Adaptive-Sync tidak memiliki material khusus atau biaya perizinan, dan teknologi AMD FreeSync membangun standard industri untuk memberikan manfaat di semua games bagi para gamer. Tidak perlu ada perizinan. Tidak perlu hardware yang dipatenkan. Tidak ada penambahan biaya hardware. Semua hal itu ada pada banderol harga. Beberapa monitor yang diumumkan oleh rekanan teknologi kami, bahkan lebih murah ratusan dolar dibandingkan teknologi monitor milik kompetitor. Seperti monitor LG yang tahun ini bahkan berharga lebih terjangkau dengan adanya teknologi AMD FreeSync, dibandingkan model tahun lalu yang tidak menerapkan teknologi AMD FreeSync. Inilah keuntungan dari mengerjakan teknologi dengan cara yang tepat:terbuka dan tidak mahal untuk dikerjakan.

Manfaat Kinerja

Berikut kenyataan yang menarik: tes yang kami lakukan menunjukkan bahwa teknologi AMD FreeSync tidak mendatangkan hal-hal yang tidak menyenangkan. Kompetisi yang ada tidak menyatakan hal sama. Kenyataannya, kompetisi yang dikatakan AnandTech tahun lalu yang memampukan teknologi kompetitor membebankan biaya kepada Anda 1ms latensi-sebuah performa rata-rata mencapai 3-5%. Teknologi AMD FreeSync lebih pintar dari itu. Data kami menunjukkan sebuah performa menguntungkan dengan AMD FreeSync dan hal ini adalah keuntungan bagi industri untuk mengembangkannya.



For Twitch FPS Gamers

Kami mendengar anda dengan jelas : Vsync tidaklah cukup. Anda tidak menginginkannya karena membatasi framerates dan membatasi kesempatan mendapatkan data segar yang mencengangkan mata. Yang didapatkan seperti : mouse lag, latensi pada input dan sebagainya. Dengan teknologi AMD FreeSync, kami secara khusus memberikan Anda kesempatan untuk mematikan Vsync manakala framerate dari aplikasi meninggalkan dynamic refresh yang diberikan oleh monitor.
Jadi, bila anda memiliki monitor 144Hz BenQ atau Acer, tetapi anda adalah pemain Counter-Strike: Global Offensive yang ingin berlari pada 240 FPS (framerates) semuanya bisa dilakukan! Anda masih mendapatkan kelancaran, bebas gambar patah dari 40-144 Hz dengan monitor-monitor tersebut, tetapi anda tak perlu mengorbankan latensi pada input untuk mendapatkannya manakala framerate mencapai lebih dari 145.

Di bawah ini, anda bisa melihat sebuah contoh dari hubungan ini. Secara teoritis, garis merah menandakan framerates dan latensi pada input dari aplikasi Vsync sebesar 60 Hz, dan garis biru menunjukkan framerates tertinggi dan latensi mouse sebuah game dengan Vsync. Ini adalah skenario hypothetical, dan Anda akan mencoba memperbaikinya dengan game favorit Anda, tetapi AMD FreeSync sebenarnya memberikan Anda pilihan-kompetisi tidak memberikan pilihan.



Wrap Up

Teknologi AMD FreeSync bebas dari tambahan biaya hardware, bebas dari performa yang tidak menyenangkan, bebas sebagai sebuah standard, terbuka untuk digunakan bagi siapa saja di industri game, dan kelancaran framerates yang luar biasa menakjubkan untuk PC gaming.

Jadi, Monitor apa yang akan Anda beli?

Robert Hallock, Technical Marketing Manager untuk AMD. Pendapat dan opininya tidak mewakili strategi atau opini AMD. Tautan dengan pihak ketiga diberikan untuk kenyamanan dan sedikit pernyataan eksplisit, AMD tidak bertanggungjawab untuk konten dan tautan-tautan yang ada dalam tulisan ini.




Catatan:
Dites oleh AMD pada 30 January, 2015, teknologi AMD FreeSync™ pada AMD Radeon™ R9 290X, dan G-sync pada NVIDIA GeForce GTX 780 memiliki rata-rata performa +0.274% FPS (avg) dan -1.447% FPS (avg), pada Alien: Isolation™ (SMAA T1x), BioShock® Infinite, Tomb Raider™, Sniper Elite™ III (2.25x SSAA), dan Thief™ (kualitas normal). Semua aplikasi dievaluasi pada 2560×1440 dengan 8xAA dan 16xAF kecuali dicatatkan. Konfigurasi sistem: i7-4770K CPU, MSI Z87 motherboard, 16GB memory, Windows 8.1 64-bit, AMD Catalyst™ 15.3 Beta, Nvidia 347.52 WHQL driver. G-sync monitor: ASUS ROG Swift PG278Q. AMD FreeSync™ technology monitor: BenQ XL2



Sabtu, 14 Maret 2015

AMD MANTLE API TECHNOLOGY




MANTLE API

Apakah AMD Mantle (API) itu ? Sebelum saya membahasnya lebih lengkap ada baiknya anda mengetahui apa API terlebih dahulu.

API adalah sekumpulan perintah, fungsi, dan protokol yang dapat digunakan oleh programmer saat membangun perangkat lunak untuk sistem operasi (atau perangkat lunak) tertentu. API memungkinkan programmer untuk menggunakan fungsi standar untuk berinteraksi dengan sistem operasi (atau perangkat lunak tertentu). API sebenarnya menspesifikasikan bagaimana komponen perangkat lunak seharusnya berinteraksi satu dengan lainya.

Selain mengakses database atau perangkat keras komputer, seperti drive hard disk atau kartu video, API dapat digunakan untuk mempermudah pekerjaan pemrograman antarmuka pengguna komponen grafis. Dalam prakteknya, banyak sekali API dibuat dalam bentuk library yang meliputi spesifikasi untuk routines, data structures, object classes, dan variable.

Maka API Mantle yang dikembangkan oleh AMD (dan DICE) dapat digambarkan seperti definisi API sesungguhnya. Tetapi tidak sampai disitu saja, dalam post ini akan dibahas apakah sebenarnya API Mantle itu dan kegunaanya juga manfaat untuk masa depan dalam dunia gaming.


Mantle adalah inisiatif dari AMD untuk membuat model progamming baru yaitu yang bisa menggunakan semua kemampuan dari perangkat keras akselerasi grafis yang modern (baru-baru ini). Dalam kolaborasinya dengan pengembang game lintas platform, AMD telah membuat API dalam spesifikasi dan driver perangkat keras pengolah grafis (dalam hal ini GPU/ VGA) yang dapat digunakan dalam model PC dengan perangkat keras pengolah grafis berbasis GCN (Graphics Core Next). Mantle mengutamakan penghilangan halangan yang memaksa pengembang game sekarang ini untuk lepas dari itu dan dapat menggunakan seluruh kekuatan dan fitur pada perangkat grafis modern (AMD). GCN terdapat pada beberapa seri perangkat AMD HD 7000 series dan 8000 series juga RX series.

Tujuan utama mantle adalah untuk menggunakan tingkatan yang benar dalam abstraksi perangkat keras grafis. Mengurangi benturan perfoma dalam model progamming low-level dan high level, intinya mantle menciptakan kesederhanaan dalam memproses.


Konsep Mantle

Lebih efisien dalam memproses workload cukup hanya sekali untuk menggunakan lagi pada proses yang sama dan begitu terus-menerus.

Mantle mengizinkan aplikasi untuk me-manage memory GPU secara langsung, memberikan kesempatan membaca jejak lower memory pada aplikasi yang dikembangkan dan tentu saja mengurangi secara signifikan kelebihan beban pada driver.

Mantle mengizinkan aplikasi untuk langsung mengakses perangkat grafis untuk mengeksekusi pada lingkungan single-thread atau multi-thread. Sangat memungkinkan untuk mengoptimasi perfoma.


Kenapa Harus Mantle ?


Sudah lebih dari 10tahun pengembang aplikasi (game) menggunakan API direct x (Windows) untuk mengoptimasi game mereka. Walaupun versi-versi direct x sudah dirilis tentunya juga tetap tidak mengikuti perkembangan perangkat grafis dikarenakan direct x sifatnya universal yang dapat umumnya merk perangkat grafis dapat gunakan. Beda dengan halnya mantle yang merupakan teknologi (API) baru, sangat teroptimasi. Kedatangan mantle hanyalah mengadopsi sedikit banyak dari API yang sudah ada, direct x dan sebagainya tentu dengan optimasi untuk GCN.


Alasan Munculnya Mantle

Mantle didesain karena adanya respon langsung untuk meminta dari pengembang game dan aplikasi lain bagi mereka yang merasa terbatas dengan API yang sudah ada (directx, opengl, dan sebagainya). Dengan demikian akan membuat perombakan besar untuk optimasi model progamming yang sudah ada untuk menghadapi masalah yang sudah ada.

Kontrol perangkat grafis yang lebih bebas, pada API yang sudah ada atau lawas biasanya memiliki keterbatasan untuk mengakses keseluruhan fitur dan perfoma grafis modern (sekarang). Dalam beberapa kasus meng-evaluasi API yang sudah ada sangat meningkatkan perfoma. Dengan Mantle, membuat suatu inovasi akan lebih baik terutama dalam dunia 3d dan gaming.


Keuntungan Adanya Mantle
















Mantle didesain untuk mengatasi masalah dalam kenyataan sekarang terutama dalam perkembangan progamming (game). Menawarkan beberapa keuntungan untuk pengembang maupun pengguna, adalah sebagai berikut :

Mantle memberikan kemampuan terdepan grafis untuk memungkinkan pada spesifikasi sitem yang kurang powerfull yang pernah ada. Hal ini meluaskan jangkauan pada perangkat yang dijangkau oleh pengembang sebagai target pemasaran aplikasi mereka. Seperti sama halnya dengan perangkat rendah daya yang mulai meningkat popularitasnya dan penarik perhatian pengembang untuk secara intensif mengembangkan aplikasinya pada perangkat tersebut, tentu saja efisiensi model progamming seperti Mantle tentu saja sangat dibutuhkan.

Mantle memberikan kepada pengembang kontrol untuk perangkat grafis yang belum pernah ada mulai dari lapisan tertitipis dan efisien dari lapisan driver.
















Mantle API akan kompatibel dengan bahasa DirectX hingga level tertentu, hingga memudahkan para developer untuk mem-porting engine game berbasis directX API mereka ke Mantle API.


Performa Mantle

Mutli-Threading

Mengurangi kelebihan beban pada API yang mempengaruhi perfoma. Mengambil keuntungan pada multi-core jaman sekarang dengan tingkat efektif multi-threading. CPU dengan jumlah core 4, 6, bahkan 8 yang sekarang sudah umum, yang sebenarnya hanya satu core dimanfaatkan pada API lawas (umumnya) untuk membantu kinerja grafis. Maka dengan Mantle tentu saja akan membuka potensi untuk menggunakan seluruh core tersedia untuk meningkatkan perfoma.

Penggunaan Memory

Efisiensi managemen daripada memory perangkat grafis (GPU) adalah kendala pada komputasi sekarang, console terdahulu saja bisa mendapatkan pengalaman visual yang bagus dengan alokasi memory yang lebih sedikit daripada PC. Pada game console yang gamenya dirilis untuk PC (biasanya Windows) pasti penggunaan memory-nya lebih banyak. Ketidaksesuaian ini membuat para pengembanng untuk memperbaiki kualitas aplikasi (game) mereka. Dengan memberikan izin untuk melakukan kontrol penuh pada alokasi memory dan akses yang lebih fleksibel pada data yang didalamnya, Mantle akhirnya membuat hal ini menjadi yakni optimasi memory dapat dilakukan pada PC.


Persyaratan Mantle
Untuk menjalankan Mantle, anda akan membutuhkan:

1)  GPU AMD berbasis Arsitektur GCN (Mulai dari Radeon Seri HD 7xxx keatas).
2)  Driver AMD Catalyst yang memiliki dukungan Mantle.
3) Aplikasi/ Game yang mendukung Mantle (Battlefield Hardline, Dragon Age: Inquisition, Plants vs. Zombies Garden Warfare, Civilization: Beyond Earth, Battlefield 4, Thief, Star Citizen dan Sniper Elite 3).


Bagaimana Mantle Bekerja

Secara sederhana, Mantle bekerja dengan cara meminimasi overhead yang terjadi dari penggunaan API lama, lalu memastikan bahwa semua resource sistem (misal: Core CPU dan GPU) dimanfaatkan semaksimal mungkin. Berikut ini gambaran dari penggunaan DirectX dan Mantle pada game battlefield 4, diambil dari salah satu slide presentasi DICE pada AMD Developer Summit:


DirectX:


Mantle:


Pada kedua slide diatas, perbedaan pemanfaatan resource sistem pada kedua API terlihat jelas. Pada API DirectX, tidak semua CPU Core dimanfaatkan untuk menugaskan GPU melakukan proses rendering, lalu adanya proses komunikasi antara Driver dengan API yang memakan tambahan resource. Pada Mantle, semua inti CPU yang ada dipakai untuk menugaskan GPU untuk me-render (ini yang menyebabkan game dengan API Mantle dapat memiliki jumlah draw call yang relatif tinggi tanpa mengorbankan performa, meski dengan CPU kelas rendah), lalu tidak ada resource yang terbuang karena driver thread. Dan yang tidak kalah penting, Game dengan API mantle akan memiliki frame latency yang lebih kecil dari DirectX (hal ini akan dibahas pada bagian pengujian di halaman berikutnya).


Beberapa Pengembang Game Yang Bekerja Sama Dengan AMD Mantle

AMD Mantle adalah API grafis inovatif yang menjanjikan untuk mengubah dunia pengembangan game untuk membantu membawa lebih baik, lebih cepat game untuk PC. AMD bekerja sama dengan komunitas pengembangan game untuk merevolusi pengalaman PC gaming.

Panta-Rhei Engine

Kolaborasi baru untuk meningkatkan pipa render dari mesin Panta-Rhei, Mantle akan memungkinkan manfaat yang luar biasa dan kinerja yang mengesankan bagi para gamer dan pengembang sama dalam judul yang akan datang dikembangkan dan diterbitkan oleh Capcom.



Frostbite 3 Engine by DICE


Frostbite memberdayakan pencipta permainan di seluruh dunia untuk membentuk masa depan game. Diaktifkan dengan AMD Mantle grafis API untuk pengembangan grafis transparan dan halus, mengurangi biaya overhead CPU dan multi-core CPU yang kuat.




Asura Engine by Rebellion Games


Sebuah serbaguna, mesin permainan multi-platform disempurnakan selama 14 tahun. Sekarang diaktifkan dengan API grafis Mantle untuk kontrol mutakhir dari pipa grafis untuk CPU kinerja superior/ GPU dan minimal grafis API overhead.



CryEngine by Crytek


Kombinasi ampuh Mantle dan CryEngine akan memberdayakan pengembang game untuk mempercepat pengembangan PC dan ekstrak kinerja gaming belum pernah terjadi sebelumnya.






Nitrous game engine by Oxide


Masih dalam tahap pengembangan, mesin permainan Nitrous Oxide dibangun untuk mengambil keuntungan dari kinerja Mantle. Mereka demo Star Swarm menggambarkan kapasitas yang luar biasa dari mesin permainan Mantle-dioptimalkan.